TP MODUL 1 Prak Elektronika
1. Penjelasan kondisi [Kembali]
V1 berfungsi sebagai sumber tegangan AC sinusoidal dengan amplitudo sebesar 6 volt dan frekuensi 10 Hz. Tegangan ini menjadi sinyal masukan utama yang nantinya akan disearahkan menjadi tegangan DC.
BRIDGE merupakan rangkaian jembatan dioda (bridge rectifier) yang tersusun dari empat buah dioda. Keempat dioda tersebut bekerja secara bergantian untuk menyearahkan kedua setengah gelombang AC sehingga arus yang keluar hanya mengalir ke satu arah. Dengan cara ini, sinyal AC yang awalnya berubah-ubah polaritas dapat diubah menjadi sinyal DC yang searah.
R1 adalah resistor 10 kΩ yang berfungsi sebagai beban (load) pada rangkaian. Resistor ini menerima hasil keluaran dari jembatan dioda dan menjadi tempat jatuhnya tegangan DC yang dihasilkan.
Osiloskop digunakan untuk mengamati dan membandingkan bentuk gelombang antara sinyal masukan dan keluaran. Pada layar osiloskop, sinyal kuning menunjukkan tegangan AC input berbentuk gelombang sinus, sedangkan sinyal biru memperlihatkan tegangan DC hasil penyearahan yang sudah berubah menjadi searah.
Secara keseluruhan, tujuan dari rangkaian ini adalah untuk mengubah tegangan AC menjadi DC dengan memanfaatkan jembatan dioda sebagai penyearah dan kapasitor sebagai filter, sehingga keluaran DC menjadi lebih stabil dan halus untuk digunakan pada rangkaian elektronik lainnya.
2. Prinsip Kerja Kondisi [Kembali]
Prinsip kerja rangkaian ini adalah mengubah tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah (DC) berdenyut menggunakan konfigurasi jembatan dioda.
Pada siklus positif tegangan AC, arus mengalir dari terminal atas sumber V1, melewati dioda atas kiri, kemudian menuju resistor beban (R1). Setelah melewati beban, arus diteruskan melalui dioda bawah kanan dan kembali ke terminal bawah sumber. Pada saat ini, dioda atas kanan dan bawah kiri berada pada kondisi bias balik, sehingga tidak menghantarkan arus.
Sedangkan pada siklus negatif, polaritas sumber berbalik arah. Arus kini mengalir dari terminal bawah V1, melalui dioda bawah kiri, kemudian melewati resistor R1 menuju dioda atas kanan, dan akhirnya kembali ke terminal atas sumber. Pada fase ini, dioda atas kiri dan bawah kanan berada pada bias balik, sehingga tetap tidak aktif.
Karena arus yang melewati resistor R1 selalu mengalir ke arah yang sama, maka tegangan keluarannya memiliki polaritas tetap positif. Akibatnya, gelombang AC yang semula memiliki bagian positif dan negatif, diubah menjadi gelombang DC berdenyut (pulsating DC), yang terlihat pada sinyal biru di layar osiloskop.
3. Rangkaian Kondisi [Kembali]
4.Video Penjelasan Kondisi[Kembali]
5. Tugas Pendahuluan (Soft File)[Kembali]
Datasheet baterai klik disini
Komentar
Posting Komentar