Fig 9.70
Dalam dunia elektronika digital, pencacah (counter) merupakan salah satu rangkaian dasar yang memiliki peranan penting dalam berbagai aplikasi seperti sistem waktu, kontrol otomatis, hingga sistem pemrosesan data. Salah satu jenis counter yang sering digunakan adalah pencacah MOD-N, yaitu pencacah yang mampu menghitung hingga N kondisi sebelum kembali ke kondisi awal. Salah satu implementasinya adalah MOD-64 Counter, yang mampu menghitung dari 0 hingga 63 secara berurutan.
Rangkaian MOD-64 Counter dapat dibangun dengan menggabungkan dua buah counter MOD-8 (misalnya menggunakan IC 74LS161 atau 74LS193) secara kaskade sehingga menghasilkan 6 bit keluaran. Dengan kombinasi 6 bit, maka sistem dapat menghitung sebanyak 2⁶ = 64 kondisi unik. Untuk mengubah keluaran biner dari counter ini menjadi bentuk sinyal kendali atau seleksi, digunakan IC 74LS138, yaitu dekoder 3-to-8 yang menghasilkan sinyal aktif-LOW pada salah satu output-nya berdasarkan kombinasi input biner.
Rangkaian ini tidak hanya menunjukkan bagaimana pencacah bekerja, tetapi juga bagaimana hasilnya bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan bagian lain dari sistem digital, misalnya dalam membuat sinyal kontrol terprogram, pembacaan alamat memori, atau pengaktifan perangkat secara berurutan. Melalui rangkaian ini, kita dapat memahami konsep dasar dari penghitungan biner, dekoding, serta penerapannya dalam sistem digital yang lebih kompleks.
- Mengetahui cara kerja pencacah MOD-64 dengan counter kaskade.
- Memahami fungsi dekoder 74LS138 sebagai pengubah output biner menjadi sinyal kontrol.
- Mengamati bentuk gelombang sinyal CONTROL dari kombinasi counter dan dekoder.
1. IC
Switch merupakan sakelar yang digunakan untuk menyambungkan maupun memutus aliran arus listrik pada rangkaian. Sementara itu, DIP switch (Dual Inline Package switch) adalah sekumpulan sakelar kecil yang tersusun dalam satu paket/baris dan umumnya digunakan untuk memberikan masukan logika 1 atau 0 pada IC dengan cara yang lebih praktis dan rapi.
Rangkaian pada gambar merupakan rangkaian binary counter dengan decoder yang menggunakan dua IC 74LS161 sebagai counter sinkron dan satu IC 74LS138 sebagai decoder. Sinyal clock diberikan pada input CLK counter sehingga setiap pulsa clock akan menyebabkan counter melakukan pencacahan biner secara berurutan. Keluaran Q0, Q1, dan Q2 dari counter dihubungkan ke input A, B, dan C pada decoder 74LS138. Decoder kemudian mengubah data biner 3-bit tersebut menjadi delapan keluaran berbeda (Y0–Y7), di mana hanya satu output yang aktif pada setiap kondisi hitungan counter. Dengan demikian, setiap perubahan nilai biner pada counter akan menghasilkan perpindahan output aktif secara bergantian pada decoder.
Pada rangkaian ini, tombol reset digunakan untuk mengembalikan counter ke kondisi awal yaitu 000 sehingga proses pencacahan dimulai kembali dari awal. Resistor pull-up dipasang agar kondisi logika pada jalur reset tetap stabil ketika tombol tidak ditekan. Karena menggunakan counter sinkron, seluruh flip-flop di dalam IC 74LS161 berubah secara bersamaan mengikuti clock sehingga kerja rangkaian menjadi lebih stabil dan cepat. Secara keseluruhan, rangkaian ini bekerja sebagai pencacah digital yang mampu menampilkan urutan keluaran secara teratur melalui decoder sesuai jumlah pulsa clock yang masuk.
Rangkaian ini merupakan kombinasi antara pencacah biner (binary counter) dan dekoder, yang berfungsi untuk menghitung hingga 64 kondisi (MOD-64) dan menghasilkan sinyal kontrol berdasarkan kombinasi output tertentu. Rangkaian ini terdiri dari dua buah IC 74LS161, yaitu counter 4-bit sinkron yang disusun secara kaskade. Counter pertama (U4) berfungsi sebagai pencacah bagian bawah (LSB), yang menghitung setiap pulsa clock. Setelah U4 mencapai nilai maksimum (1111₂ atau 15 desimal), sinyal Ripple Carry Output (RCO) akan aktif dan memicu counter kedua (U1) untuk menambah hitungannya sebanyak satu. Dengan konfigurasi ini, kombinasi kedua counter akan menghasilkan 6-bit data biner, sehingga memungkinkan perhitungan dari 0 hingga 63.
Clock pada sistem ini berasal dari sumber pulsa (U4(CLK)), dan akan memicu counter U4 pada setiap tepi naik clock. Pada awal operasi, tombol RESET ditekan untuk mengatur semua output counter ke nol. Setelah dilepas, counter mulai menghitung dari 0 secara berurutan. Setiap perubahan output dari counter ini digunakan sebagai input bagi IC 74LS138, yang berfungsi sebagai dekoder 3-to-8 line. Tiga bit output counter (biasanya Q0, Q1, Q2 dari U4) dihubungkan ke input A, B, dan C pada 74LS138. IC ini akan mengaktifkan salah satu dari delapan outputnya (Y0–Y7) berdasarkan kombinasi input tersebut. Output dari 74LS138 bersifat aktif-LOW, artinya hanya satu output akan bernilai logika rendah pada satu waktu, sementara yang lain tetap tinggi.
Pin enable pada 74LS138 (G1, G2A, G2B) juga dikontrol menggunakan bit counter tingkat lebih tinggi (seperti Q3, Q4, atau Q5), sehingga dekoder hanya aktif pada rentang hitungan tertentu. Misalnya, jika enable aktif hanya saat counter bernilai 0 hingga 7, maka hanya dalam kondisi tersebut output decoder akan merespons input. Melalui teknik ini, rangkaian dapat menghasilkan sinyal kontrol terprogram (CONTROL), yang akan aktif hanya dalam kondisi tertentu sesuai kebutuhan.
Secara keseluruhan, rangkaian ini sangat berguna untuk sistem digital yang memerlukan urutan kendali otomatis, seperti pada pengaktifan perangkat secara bergantian, sistem waktu, pemilihan alamat memori, atau kontrol urutan dalam mikrokontroler. Pemahaman terhadap kerja kombinasi counter dan dekoder ini menjadi dasar penting dalam perancangan sistem logika digital kompleks.
Komentar
Posting Komentar