Laprak M1 Praktikum EC
JURNAL PRAKTIKUM KARAKTERISTIK DIODA
Nama : Novta Dira Amanda
NIM : 2410953018
Kelompok : 24
Tanggal Praktikum : Selasa / 28 Oktober 2025
Asisten Praktikum : - Achmad Yusuf
- Muhammad Faiz Nurahmantyo
A. Percobaan Karakteristik Dioda
| ||||||||||||||||||
B. Percobaan Karakteristik Dioda Zener
Resistor | Vd | Id |
220 Ω | 2,4 V | 0,15 mA |
330 Ω | 2,3V | 0,12 mA |
470 Ω | 2,2V | 0,1 mA |
C. Half Bridge Rectifier
Vin | Resistor atau Kapasitor | Gelombang Output |
6 V | 220 Ω | |
470 Ω | ||
1000 uF |
D. Full Bridge Rectifier
Vin | Resistor atau Kapasitor | Gelombang Output |
6 V | 220 Ω | |
470 Ω | ||
1000 uF |
A. Dioda
Dioda adalah komponen semikonduktor yang berfungsi mengalirkan arus listrik hanya ke satu arah, mirip dengan katup yang mengatur aliran fluida. Komponen ini memungkinkan arus mengalir dari anoda menuju katoda, tetapi akan menahan arus jika arah tegangan dibalik.
Pada kondisi bias maju (forward bias), ketika terminal positif sumber tegangan dihubungkan ke anoda dan terminal negatif ke katoda, dioda menjadi konduktif dan memungkinkan arus mengalir dengan mudah.
Sebaliknya, pada bias mundur (reverse bias), terminal positif dihubungkan ke katoda dan negatif ke anoda sehingga dioda tidak menghantarkan arus. Karena kemampuannya mengatur arah arus, dioda banyak digunakan dalam rangkaian penyearah, pelindung tegangan balik, serta berbagai aplikasi elektronik lainnya.
B. Dioda Zener
Dioda Zener merupakan jenis dioda khusus yang dirancang untuk berfungsi pada kondisi bias mundur dan memiliki kemampuan menjaga kestabilan tegangan. Saat tegangan balik yang diberikan mencapai nilai tertentu, yaitu tegangan Zener, dioda mulai menghantarkan arus dengan terkendali.
Pada titik kerja tersebut, dioda Zener mempertahankan tegangan tetap konstan walaupun tegangan input mengalami perubahan. Karena sifat stabilnya, dioda ini banyak digunakan sebagai regulator tegangan, pelindung rangkaian elektronik, atau pembatas lonjakan tegangan agar komponen lain tetap aman.
C. Half Wave Rectifier (Penyearah Setengah Gelombang)
Half Wave Rectifier merupakan rangkaian penyearah sederhana yang mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) dengan memanfaatkan hanya satu bagian dari gelombang sinus. Ketika sinyal AC berada pada siklus positif, dioda dalam keadaan bias maju dan mengalirkan arus ke beban. Namun, pada siklus negatif, dioda bias balik dan menghentikan aliran arus.
Akibatnya, hanya setengah periode gelombang yang diteruskan, menghasilkan tegangan keluaran DC yang berdenyut. Untuk memperhalus gelombang DC ini, biasanya ditambahkan kapasitor filter yang berfungsi menyimpan dan melepaskan muatan secara periodik.
D. Full Wave Bridge Rectifier (Penyearah Gelombang Penuh)
Full Wave Bridge Rectifier merupakan rangkaian penyearah yang menggunakan empat dioda dalam konfigurasi jembatan untuk menyearahkan kedua sisi gelombang AC menjadi DC. Pada saat gelombang positif, dua dioda (misalnya D1 dan D2) aktif menghantarkan arus ke beban. Ketika gelombang negatif datang, dua dioda lainnya (D3 dan D4) akan aktif dengan arah arus yang tetap sama menuju beban.
Dengan demikian, seluruh bagian gelombang AC dapat dikonversi menjadi arus DC yang lebih halus dibandingkan dengan penyearah setengah gelombang. Rangkaian ini umum digunakan pada power supply karena menghasilkan tegangan keluaran yang lebih efisien, stabil, dan minim riak, terutama bila dilengkapi dengan kapasitor serta regulator tegangan.
Jawab :
Jawab:
Pada kondisi bias mundur, dioda dipasang terbalik sehingga arus hampir tidak mengalir karena hambatan sangat besar. Saat tegangan input dinaikkan, tegangan pada dioda turut naik, namun arus yang muncul hanya berupa arus bocor dengan nilai sangat kecil. Jika tegangan terus ditingkatkan hingga melewati tegangan tembus (breakdown voltage), arus akan melonjak tajam yang dapat merusak dioda—kecuali jika menggunakan dioda Zener yang memang dirancang untuk bekerja pada daerah ini.
3. Analisa prinsip kerja dari diode zener berdasarkan percobaan.
Jawab:
Jawab:
Rangkaian penyearah setengah gelombang bekerja menggunakan satu dioda untuk mengubah arus AC menjadi DC. Pada siklus positif, dioda menghantarkan arus menuju beban, sementara pada siklus negatif, arus diblokir. Akibatnya, keluaran hanya berupa setengah gelombang positif dari sinyal input. Jika beban berupa resistor, bentuk gelombang output tampak sebagai setengah gelombang. Namun ketika ditambahkan kapasitor, kapasitor bertindak sebagai filter yang mengisi dan melepaskan muatan untuk meratakan bentuk gelombang sehingga lebih halus.
5. Analisa gelombang output pada rangkaian Full Bridge Rectifier.
Jawab:
Rangkaian penyearah gelombang penuh (Full Bridge Rectifier) menggunakan empat buah dioda yang bekerja secara bergantian. Ketika gelombang positif masuk, dua dioda aktif menghantarkan arus ke arah beban. Pada saat gelombang negatif datang, dua dioda lainnya beroperasi dengan arah arus yang tetap sama menuju beban. Jika beban menggunakan resistor, hasilnya berupa gelombang DC dengan dua puncak positif setiap siklus AC. Apabila kapasitor ditambahkan, tegangan output menjadi lebih rata karena kapasitor menyimpan dan melepaskan muatan di antara puncak gelombang.
Komentar
Posting Komentar