LA M3 Prak Elektronika

 



1. Jurnal [Kembali]

 JURNAL PRAKTIKUM OPERATIONAL

AMPLIFIER DAN FILTER

Nama                               : Novta Dira Amanda

No BP                             : 2410953018

Kelompok                       : 24

Tanggal Praktikum          : 16 September 2025

Asisten Praktikum          : 1. Achmad Yusuf

                                          2. Aulia Rahma Okto Bensi

 

 

1. INVERTING AMPIFIER

Rf(kΩ)

Vi(V)

Hitung

Gain(  𝑅𝑓 )

𝑅𝑖𝑛

Vout

Bentuk Gelombang

 

 20

 

         5V

 

-20 /10 = -2


    3,579V 

 


 

 

50

 

        5V

 

-50 / 10=-5


     8,56V 

 


 

 

80


        5


-80 / 10=-8 


    9,88

 


2. Komparator

 

V1 (V)

V2 (V)

Vout

                     3

                     1

                 -10V

                     1

                        3 

                 11,27V

 

3.   LPF -20dB

 

Frekuensi

Vin

Vout

Grafik Sinyal

 

 

 

100 Hz

 1,765V

 1,483V

 


 

 

 

 

 

500 Hz

 1,750V

 0,520V

 


 

 

 

 

 

 

1000 Hz

 1,729V

 0,265V

 


Sketch Grafik Bode Plot

 



4.   HPF 40dB

 

Frekuensi

Vin

Vout

Grafik Sinyal

 

 

 

100 Hz

 



1,762V




0,991V 



 

 

 

 500 Hz

 



1,749V

 



1,667V

 


 

 

 

 1000 Hz

 



1,729V

 



1,709V

 



Sketch Grafik Bode Plot

 


2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Inverting Amplifier 
        Inverting amplifier dapat mengontrol penguatan tegangan (voltage gain) menggunakan Op-Amp. Sinyal input terhubung ke terminal negatif dan terminal positif terhubung ke ground. Output diberi umpan balik melalui Rf ke input inverting.Impedansi masukan yang tak terbatas mencegah arus mengalir melalui input inverting. Hal ini berarti bahwa tidak ada penurunan tegangan antara input inverting dan input non-inverting, dan tegangan pada input (-) inverting adalah 0 karena input non- inverting (+) terhubung ke ground. Karena arus yang mengalir menuju terminal input adalah 0, maka arus yang melalui Rin sama dengan arus yang melalui Penguatan outputnya berbeda phasa 180 dengan inputnya, jika input positif maka output negatif.

2.Komparator
        komparator adalah jenis rangkaian amplifier operasional (op-amp) yang berfungsi untuk membandingkan dua sinyal tegangan pada inputnya dan menghasilkan output dalam bentuk tegangan tinggi atau rendah (logika digital), tergantung pada perbandingan tegangan tersebut. Cara Kerja Comparator:
• Jika tegangan pada input non-inverting (+) lebih besar daripada tegangan pada input inverting (-), maka output akan berada di kondisi tegangan tinggi (𝑉+ > 𝑉− = +𝑉 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖)
• Sebaliknya, jika tegangan pada input inverting (-) lebih besar daripada input non-inverting (+), maka output akan berada di tegangan rendah 𝑉+ < 𝑉− = −𝑉 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖).

3. Low Pass Filter
        Low Pass Filter (LPF) merupakan jenis filter yang berfungsi untuk meneruskan sinyal listrik yang frekuensinya berada dibawah frekuensi tertentu, diatas frekuensi tersebut (frekuensi cut-off) maka sinyal akan diredam. Low Pass Filter memberikan redaman yang sangat kecil pada frekuensi di bawah frekuensi cut-off yang telah ditentukan, sedangkan frekuensi di atas frekuensi cut-off akan mendapatkan redaman yang besar. Lebih sederhananya hanya frekuensi rendah saja yang dapat melewati rangkaian filter ini.

4. High Pass Filter
High Pass Filter (HPF) berfungsi untuk meneruskan sinyal di atas frekuensi cut-off sedangkan yang berada dibawah frekuensi cut-off diredam. Jenis filter ini memberikan redaman sangat kecil pada frekuensi di atas frekuensi cut-off yang telah ditentukan, sedangkan frekuensi di bawah frekuensi cut-off akan mendapatkan redaman yang sangat besar. Lebih sederhananya, hanya frekuensi tinggi saja yang dapat melewati rangkaian filter ini.

3. Video Percobaan [Kembali]

1. Vidio Kondisi 1 Modul 3 Praktikum


2. Vidio Inverting Amplifier



3. Vidio Komparator





4. Vidio LPF -20dB



5. Vidio HPF 40dB

 


4. Analisa[Kembali]

1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian  Inverting Amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan. 
Jawab:
    dari percobaan dilakukan, inverting amplifier dapat mengontrol pengeluaran tegangan menggunakan OP-AMP, sinyal input terhubung ke terminal inverting dan terminal positif ke ground. Output diberi umpan balik melalui resistor feedback ke input inverting pada percobaan, nilai VI-nya dari VRMS bukan dari VIN dari sinyal generatornya.

 2. Apa yang terjadi jika input komparator mendekati sama dengan tegangan referensi? Apakah output stabil atau terdapat ketidakpastian (chattering)? Jelaskan berdasarkan hasil percobaan.
 Jawab:
    dari percobaan dilakukan, jika V2-nya besar dari V1 referensinya, output saturasinya ke level high atau positif saturasi. Jika V2-nya kecil dari V1referensi, maka output saturasinya ke level low atau negatif  V saturasi. Nah, jika input sangat dekat dengan batas switching, output-nya hanya akan berubah satu kali tepat saat VIN-nya sama dengan referensinya.

 3. Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan dengan pengukuran dan jika terjadi perbedaan, berikan alasannya. 
Jawab:
    Pada praktikum, percobaan yang dilakukan pengukuran dan perhitungan tidak terjadi perbedaan yang begitu besar, hal ini bisa terjadi karena praktikan yang kurang teliti dalam percobaan dan alat yang kurang akurat

 4. Analisi penelitian kerja dari LPF berdasarkan tegangan input-output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan. 
Jawab:
     berdasarkan hasil percobaannya dilakukan, LPF bekerja sesuai dengan teori yang ada, yaitu melewatkan sinyal rendah dan meredam sinyal tinggi. nilai output  hasil percobaan dengan perhitungan, meskipun ada sedikit perbedaan yang mungkin disebabkan oleh toleransi komponen, noise pada osiloskop, dan non-idealitas resistor atau kompensator, gelombang hasil percobaan menunjukkan bahwa pada frekuensi rendah, hasilnya tidak berubah sedangkan pada frekuensi tinggi hanya terlihat sinus kecil.

 5. Analisi penelitian kerja dari HPF berdasarkan tegangan input-output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.
 Jawab:
    rangkaian HPFbekerja sesuai dengan teori yaitu melewatkan sinyal tinggi dan meredam sinyal rendah. Adanya perbedaan atau sedikit perbedaan akibat adanya toleransi resistor, noise, penggunaan, pengukuran, dan non-idealitas komponen.


5. Download File[Kembali]

Download Laporan Akhir [Klik Disini]
Download video Percobaan 1 [Klik Disini]
Download video Percobaan 2 [Klik Disini]
Download video Percobaan 3 [Klik Disini]
Download video Percobaan 4 [Klik Disini]
Download video Kondisi Paktikum [Klik Disini]
Download File Kondisi [Klik Disini]


Komentar

Postingan populer dari blog ini