Prosedur Percobaan


Prosedur Percobaan



1. Persiapan Alat dan Komponen

Sebelum memulai perakitan, pastikan seluruh komponen berikut tersedia:list alat

  1. Sensor soil
  2. ⁠Sensor water level
  3. ⁠Batrai
  4. ⁠wadah air dan wadah tanah
  5. ⁠Transistor
  6. ⁠Adaptor
  7. ⁠Resistor 
  8. ⁠Pompa
  9. ⁠Buzzer 
  10. ⁠Rellay 5v
  11. ⁠Op-am tl082
  12. Konektor 
  13. Potensiometer
  14. Kabel PCB

2. Tahapan Perakitan Rangkaian Water Sensor

    1. Sensor Water Level (WATER)

        - Diletakkan vertikal di dalam tangki untuk mendeteksi tinggi air.

        - Pin Vcc → +5V

        - Pin GND → Ground

        - Pin Output → Input non-inverting (+) IC 741Detektor (pin 3)

    2. Potensiometer 1k

        - Hubungkan ke +5V dan ground

        - Terminal tengah (wiper) → Input inverting (−) IC 741 Detektor (pin 2)

        - Berfungsi sebagai pengatur tegangan referensi (Vref)

    3. Op-Amp LM741 (Detektor Non-Inverting)

        - Pin 7 → +5V

        - Pin 4 → Ground

        - Pin 3 (+) → Output sensor

        - Pin 2 (−) → Potensiometer 1k

        - Pin 6 → Resistor basis transistor (RE5 10kΩ)

    4. Transistor NPN (2SD882)

        - Basis → Output op-amp (melalui resistor 10kΩ)

        - Emitor → Ground

        - Kolektor → Salah satu sisi koil relay 

    5. Relay 

        - Salah satu sisi koil → Kolektor transistor

        - Sisi lain koil → +12V

        - Kontak relay dihubungkan ke pompa air (B6) sebagai beban

    6. Kapasitor (1000µF)

        - Dipasang paralel antara +5V dan ground

        - Berfungsi menstabilkan tegangan sensoSensor r


3. Tahapan Perakitan Rangkaian Sensor Soil

    1. Sensor soil

        - Diletakkan di tanah secara vertikal untuk mendeteksi kelembaban tanah

        Saat tanah basah, tahanan tanah rendah → arus lebih mengalir.

        Saat tanah kering, tahanannya tinggi → arus tidak ada

    2. Op-Amp U4

         Bila Vin > Vref
            Tanah basah  → Pompa mati.

        Bila Vin < Vref
            Tanah lebih kering → Pompa hidup.

    3. Transistor

        Jika op-amp output tinggi, transistor Q4 OFF → relay OFF → pompa mati.

        - Jika output rendah, transistor ON → relay ON → pompa hidup.

    4.Relay

         - Ketika relay aktif, kontak tertutup → pompa menyala.

         - Ketika relay mati, kontak terbuka → pompa mati.


4. Pemeriksaan Awal

  1. Periksa kembali seluruh sambungan, polaritas komponen, dan nilai resistor.

  2. Pastikan semua jalur ground tersambung dengan baik antara sensor, op-amp, dan transistor.

  3. Nyalakan catu daya dan ukur tegangan output dari WATER dan LM35 dengan multimeter.

  4. Jika tegangan output sensor berubah sesuai kondisi, perhatikan apakah relay aktif dan pompa serta heater menyala.

5. Pengujian Sistem

    1. Pengujian Sensor Water Level (WATER)
        - Siapkan air dan pastikan probe sensor terpasang.

        - Teteskan air secara perlahan hingga menyentuh probe sensor.
        
        - Amati perubahan tegangan output sensor saat air menyentu probe sensor serta perubahan status              relay/pompa.
        
        - Catat tegangan output dan level air saat indikator aktif (pompa menyala menandakan level air ≥               80%).

    2. Pengujian sensor soil

        - Siapkan tanah dan letakkan sensor soil vertikal 

        - perhatikan saat tanah lembab maka sensor akan aktif

        - saat tanah kering maka sensor akan aktif

        - catat tegangan saat sensor aktif


Komentar

Postingan populer dari blog ini