FLOWCHART

 FLOWCHART







1. Mulai (Start)

Sistem mulai beroperasi dan seluruh rangkaian elektronik dalam kondisi siap membaca dua parameter utama: kelembapan tanah menggunakan sensor soil moisture dan kondisi level air melalui sensor water level. Setelah tegangan masuk, sensor soil moisture mulai membaca kondisi kelembapan tanah. Sensor mengubah kondisi tanah (kering atau lembap) menjadi sinyal tegangan keluaran.


A. Proses Pengecekan Kelembapan Tanah

2. Sensor Mendeteksi Tanah Kering

Pada tahap pertama, Sensor soil moisture pertama-tama mengecek kondisi kelembapan tanah. Output sensor menentukan apakah tanah berada pada kondisi kering atau tidak.


3. Keputusan Kelembapan Tanah

1) Jika Tanah Kering

  • Sensor soil moisture aktif, menghasilkan tegangan keluaran sesuai kondisi tanah kering.

  • Tegangan ini masuk ke op-amp buffer, dan karena Vin > Vref, buffer menjadi aktif.

  • Output op-amp menghasilkan tegangan yang cukup untuk mengaktifkan transistor (Vout > 0,7 V).

  • Transistor yang aktif menyebabkan relay aktif (close).

  • Relay yang aktif menyalurkan tegangan ke pompa air, sehingga pompa menyala.

  • Pompa air bekerja untuk melakukan penyiraman dan meningkatkan kelembapan tanah.

2) Jika Tanah Tidak Kering

  • Sensor soil moisture tidak aktif, tegangan keluaran rendah.

  • Tegangan input op-amp buffer Vin < Vref, sehingga op-amp tidak aktif.

  • Output op-amp tidak cukup untuk mengaktifkan transistor (Vout < 0,7 V).

  • Transistor dan relay berada dalam kondisi tidak aktif (open).

  • Tegangan tidak diteruskan ke pompa air, sehingga pompa tidak menyala.



B. Proses Pengecekan Level Air Tangki

4. Sensor Water Level Mendeteksi Ketinggian Air Tangki

Secara bersamaan atau setelah pengecekan tanah, sensor level air membaca kondisi ketinggian air di dalam tangki dan mengubahnya menjadi sinyal tegangan input bagi op-amp komparator.


5. Keputusan Level Air Tangki

Flowchart membagi kembali dua kondisi:

1) Jika Air Penuh
  • Sensor mengeluarkan tegangan <Vref.
  • Op-amp buffer tidak aktif, sehingga output tetap rendah.
  • Karena buffer tidak aktif, transistor tetap tidak aktif.
  • Relay berada dalam kondisi tidak aktif.
  • Karena buzzer berada pada nc relay, maka buzzer akan aktif

2) Jika Air Tidak Penuh
  • Sensor mengeluarkan tegangan > Vref.
  • Op-amp buffer aktif, sehingga menguatkan sinyal yang menunjukkan kondisi air sudah mencapai batas maksimal.
  • Dengan buffer aktif, transistor ikut aktif.
  • Transistor aktif membuat relay hidup (aktif).
  • Karena buzzer berada pada nc relay, maka buzzer akan tidak aktif

6. Selesai (End)

Proses berakhir pada kondisi tegangan keluaran yang menentukan apakah pompa air dan buzzer aktif atau tidak. Sistem kemudian tetap berada dalam kondisi siap monitoring selama tegangan catu daya masih diberikan, sehingga proses dapat berlangsung secara kontinu sesuai perubahan kondisi tanah dan level air. Setelah kedua bagian pengecekan tanah dan pengecekan tangki air diproses, sistem kembali ke kondisi monitoring dan bekerja secara berulang (loop). Sistem secara otomatis menjaga kelembapan tanah tetap stabil dan memastikan level air tidak kelebihan maupun kekurangan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini